HAKEKAT GEREJA SECARA TOTALITAS

HAKEKAT GEREJA SECARA TOTALITAS

HAKEKAT GEREJA SECARA TOTALITAS

1. PENGERTIAN GEREJA

Sungguh merupakan hal yang sangat menarik ketika mempelajari tentang gereja. Ada banyak istilah dan analogi tentang gereja. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya gereja bukan sebuah benda tak bergerak yang berdiam pada suatu tempat. Tetapi disinilah ditunjukkan gereja sebagai persekutuan orang percaya dan mendasarkan hidupnya kepada Penebusan Kristus.

Kata gereja berasal dari bahasa Portugis igrea. Sedangkan dalam bahasa Yunani memakai kata kuriake yang artinya adalah milik Tuhan. Kata ’gereja’ dalam Alkitab tidak disebutkan. Karena di dalam Kisah Para rasul sendiri perkumpulan orang percaya disebutkan bahwa mereka beribadah dari rumah – rumah dan berpindah-pindah. Sedangkan kata Kristen sendiri baru muncuk di dalam pasal 12 dari kitab Kisah Rasul. Gereja bukan hanya sebuah gedung tetapi lebih menunjuk kepada orang-orang yang hidup dalam jalan kebenaran Allah dan mengemban tanggung jawab mewartakan karya keselamatan Kristus.

1) Jemaat Kristen

Dalam kitab Perjanjian Baru, kata jemaat digunakan sebagai padanan kata Yunani Eklesia. Kata ini memiliki arti orang-orang yang di tarik keluar dari dan menuju. Di dalam istilah Kristen adalah perkumpulan orang yang ditarik keluar dari kehiduan gelap menuju kepada terang kristus. Jadi jemaat sebenarnya menunjuk kepada perkumpulan orang-orang percaya di dalam suatu kota atau gereja lokal.

Perkumulan dan inti utama pertemuan jemaat adalah bersama-sama hidup menyatu sebagai kawanan domba milik Allah yang senantiasa menyembah kepada Allah dalam Kristus Yesus sebagi Tuhan, serta Roh Kudus sebagai Penolong. Kehidupan yang terpencar-pencar karena berbagai sebab, tidak dapat memisahkan intensitas kesatuan jemaat tersebut. Sebagaimanan tulisan Paulus dalam kitab 1 Korintus 15:37. bahwa bila sudah menjadi milik Kristus, siapa yang akan menjadi lawan? Apakah kelaparan, ketelanjangan, pedang atua penganiayaan? Dengan demiian setiap individu Kristen adalah anggota dari seluruh ekklesia atau jemaat Kristen yang universal dan bukan lokal.

Orang-orang Kristen perdana menganggap diri mereka adalah warga dari ekklesia yang sama. Kendati mereka berpencar di seluruh dunia. Mereka berpendapat bahwa bahwa setiap jemaat mewakliki seluruh ekklesia universal di tempat khusus itu.

2) Tubuh Kristus

Pemakain Istilah tubuh Kristus dikemukakan oleh Rasul Paulus dalam kitab 2 Korintus 5:1-4. Tubuh Kristus mempunyai tangan, kaki, mata dan seluruh kelengkapannya. Namun antara anggota tubuh satu dengan lainnya harus bekerjasama dan saling melengkapi. Demikian pula anggota tubuh yang satu tidak dapat meremehkan yang lain. Pentingnya kesatuan tubuh Kristus adalah untuk pembangunan tubuh Kristus itu sendiri. Kehidupan antara anggota yang terikat di dalam Kasih Kristus harus saling menghormati dan bekerjasama. Kepala dari pada tubuh adalah Kristus itu sendiri (Kolose 1:18).
Kerjasama dan saling melayani sebagai umat Allah tersebut didasarkan kepada karunia-karunia yang berlainan. Karunia adalah anugerah dari pada Allah Roh Kudus untuk pelayanan gereja. Setiap anggota jemaat memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengembangkan karunianya masing-masing dan bersatu dengan anggota yang lain.

Pengertian gereja sebagai tubuh Kristus seperti di sampaikan diatas adalah orang-orang percaya yang hidup menyerahkan dirinya kepada Kristus Yesus. Bila pemahaman ini diuraikan secara lebih mendalam berarti bahwa orang-orang percaya adalah:

1) hidup berdasarkan kepada kebenaran firman Allah. Sebagai tubuh Kristus, maka makanan utamanya adalah firman Allah. Kehidupan yang sehat harus senantiasa mendasarkan kehidupannya kepada kebenaran firman Allah. Dengan demikian gereja yang bertumbuh dalam kehidpan landasan utamanya adalah Alkitab sebagai firman Allah. Untuk terwujudnya kesehatan yang optimal maka anggota gereja atau orang percaya harus menyediakan tubuhnya untuk hidupnya Kristus di dalam dirinya; menjaga, merawat dan memelihara sedemikan rupa sehingga tidak terkena penyakit dan kelesuan.

Tugas dan tanggung jawab orang percaya dalam pengertian sebagai tubuh Kristus bahwa orang percaya harus menyediakan hidupnya untuk Kristus tinggal dalam dirinya. Merepresentasikan Kristus di tengah dunia atau masyarakat melalu cara hidup yang baik. Hal ini berhubungan dengan pesan Firman Allah di dalam kitab 1 Korintus 6:19, 20:
”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah Bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas di bayar. Karena itu muliakanlah Allah dengna tubuhmu!”

Kepala dari tubuh adalah Kristus Yesus. Sebagaimana yang telah dinyatakan dalam firman-Nya : ”Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kolose 1:18). Kepemimpinan Yesus selaku Kepala Gereja secara jelas dinyatakan melalui kekuasaannya atas hidup orang percaya. Bahkan bila diperhatikan dalam Matius 28:18 dinyatakan bahwa segala kuasa baik di bumi maupun di sorga ada di tangan-Nya. Yesus adalah pendiri dari gerejadan mengatur masa depan gereja.

Bila Yesus sebagai Kepala gereja maka sudah seharusnya orang-orang percaya menyadari keberadaannya sebagai tubuh yang harus tunduk dan patuh kepada kekuasaan Kristus Yesus. Kepemimpinan Yesus adalah bersifat teokrasi sehingga kesatuan ataupun persekutuan harus dilandaskan kepada kasih Allah. Sehubungan dengan hal tersebut, maHAKEKAT GEREJA SECARA TOTALITAS

1. PENGERTIAN GEREJA

Sungguh merupakan hal yang sangat menarik ketika mempelajari tentang gereja. Ada banyak istilah dan analogi tentang gereja. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya gereja bukan sebuah benda tak bergerak yang berdiam pada suatu tempat. Tetapi disinilah ditunjukkan gereja sebagai persekutuan orang percaya dan mendasarkan hidupnya kepada Penebusan Kristus.

Kata gereja berasal dari bahasa Portugis igrea. Sedangkan dalam bahasa Yunani memakai kata kuriake yang artinya adalah milik Tuhan. Kata ’gereja’ dalam Alkitab tidak disebutkan. Karena di dalam Kisah Para rasul sendiri perkumpulan orang percaya disebutkan bahwa mereka beribadah dari rumah – rumah dan berpindah-pindah. Sedangkan kata Kristen sendiri baru muncuk di dalam pasal 12 dari kitab Kisah Rasul. Gereja bukan hanya sebuah gedung tetapi lebih menunjuk kepada orang-orang yang hidup dalam jalan kebenaran Allah dan mengemban tanggung jawab mewartakan karya keselamatan Kristus.

1) Jemaat Kristen

Dalam kitab Perjanjian Baru, kata jemaat digunakan sebagai padanan kata Yunani Eklesia. Kata ini memiliki arti orang-orang yang di tarik keluar dari dan menuju. Di dalam istilah Kristen adalah perkumpulan orang yang ditarik keluar dari kehiduan gelap menuju kepada terang kristus. Jadi jemaat sebenarnya menunjuk kepada perkumpulan orang-orang percaya di dalam suatu kota atau gereja lokal.

Perkumulan dan inti utama pertemuan jemaat adalah bersama-sama hidup menyatu sebagai kawanan domba milik Allah yang senantiasa menyembah kepada Allah dalam Kristus Yesus sebagi Tuhan, serta Roh Kudus sebagai Penolong. Kehidupan yang terpencar-pencar karena berbagai sebab, tidak dapat memisahkan intensitas kesatuan jemaat tersebut. Sebagaimanan tulisan Paulus dalam kitab 1 Korintus 15:37. bahwa bila sudah menjadi milik Kristus, siapa yang akan menjadi lawan? Apakah kelaparan, ketelanjangan, pedang atua penganiayaan? Dengan demiian setiap individu Kristen adalah anggota dari seluruh ekklesia atau jemaat Kristen yang universal dan bukan lokal.

Orang-orang Kristen perdana menganggap diri mereka adalah warga dari ekklesia yang sama. Kendati mereka berpencar di seluruh dunia. Mereka berpendapat bahwa bahwa setiap jemaat mewakliki seluruh ekklesia universal di tempat khusus itu.

2) Tubuh Kristus

Pemakain Istilah tubuh Kristus dikemukakan oleh Rasul Paulus dalam kitab 2 Korintus 5:1-4. Tubuh Kristus mempunyai tangan, kaki, mata dan seluruh kelengkapannya. Namun antara anggota tubuh satu dengan lainnya harus bekerjasama dan saling melengkapi. Demikian pula anggota tubuh yang satu tidak dapat meremehkan yang lain. Pentingnya kesatuan tubuh Kristus adalah untuk pembangunan tubuh Kristus itu sendiri. Kehidupan antara anggota yang terikat di dalam Kasih Kristus harus saling menghormati dan bekerjasama. Kepala dari pada tubuh adalah Kristus itu sendiri (Kolose 1:18).
Kerjasama dan saling melayani sebagai umat Allah tersebut didasarkan kepada karunia-karunia yang berlainan. Karunia adalah anugerah dari pada Allah Roh Kudus untuk pelayanan gereja. Setiap anggota jemaat memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengembangkan karunianya masing-masing dan bersatu dengan anggota yang lain.

Pengertian gereja sebagai tubuh Kristus seperti di sampaikan diatas adalah orang-orang percaya yang hidup menyerahkan dirinya kepada Kristus Yesus. Bila pemahaman ini diuraikan secara lebih mendalam berarti bahwa orang-orang percaya adalah:

1) hidup berdasarkan kepada kebenaran firman Allah. Sebagai tubuh Kristus, maka makanan utamanya adalah firman Allah. Kehidupan yang sehat harus senantiasa mendasarkan kehidupannya kepada kebenaran firman Allah. Dengan demikian gereja yang bertumbuh dalam kehidpan landasan utamanya adalah Alkitab sebagai firman Allah. Untuk terwujudnya kesehatan yang optimal maka anggota gereja atau orang percaya harus menyediakan tubuhnya untuk hidupnya Kristus di dalam dirinya; menjaga, merawat dan memelihara sedemikan rupa sehingga tidak terkena penyakit dan kelesuan.

Tugas dan tanggung jawab orang percaya dalam pengertian sebagai tubuh Kristus bahwa orang percaya harus menyediakan hidupnya untuk Kristus tinggal dalam dirinya. Merepresentasikan Kristus di tengah dunia atau masyarakat melalu cara hidup yang baik. Hal ini berhubungan dengan pesan Firman Allah di dalam kitab 1 Korintus 6:19, 20:
”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah Bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas di bayar. Karena itu muliakanlah Allah dengna tubuhmu!”

Kepala dari tubuh adalah Kristus Yesus. Sebagaimana yang telah dinyatakan dalam firman-Nya : ”Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kolose 1:18). Kepemimpinan Yesus selaku Kepala Gereja secara jelas dinyatakan melalui kekuasaannya atas hidup orang percaya. Bahkan bila diperhatikan dalam Matius 28:18 dinyatakan bahwa segala kuasa baik di bumi maupun di sorga ada di tangan-Nya. Yesus adalah pendiri dari gerejadan mengatur masa depan gereja.

Bila Yesus sebagai Kepala gereja maka sudah seharusnya orang-orang percaya menyadari keberadaannya sebagai tubuh yang harus tunduk dan patuh kepada kekuasaan Kristus Yesus. Kepemimpinan Yesus adalah bersifat teokrasi sehingga kesatuan ataupun persekutuan harus dilandaskan kepada kasih Allah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka gereja yang dapat bertumbuh sangat ditentukan oleh kualitas kepemiminan dan kesadaran penuh orang percaya. hal tersebut harus dimulai dari pertobatan jemaat sebagai tubuh Kristus dan kehidupan yang tersusun rapi sebagai tubuh Kristus.
ka gereja yang dapat bertumbuh sangat ditentukan oleh kualitas kepemiminan dan kesadaran penuh orang percaya. hal tersebut harus dimulai dari pertobatan jemaat sebagai tubuh Kristus dan kehidupan yang tersusun rapi sebagai tubuh Kristus.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s